Orang Bima pada zaman dulu pekerjaan tetap dalam keseharian mereka yaitu berhubungan dengan alam sekitar, pengelolaan sumber daya lokal yang menjadi komoditi perdagangan hingga kebutuhan mereka sehari-hari. berikut beberapa foto tempo dulu para pekerja di Bima tahun 1900-1940 dari koleksi Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen, Belanda :

Pedagang Kerbau, sejak dulu kerbau Bima menjadi komoditi yang sangat menggiurkan dalam pasaran, sejak zaman Perang Dunia II, kapal-kapal perang eropa singgah di Teluk Bima untuk membeli kerbau buat konsumsi para tentara perang. transaksi sering dilakukan di tengah laut berhubung dulu sekitar tahun 1900-an belum dibuat pelabuhan yang memadai. 

Orang Bajo pengumpul teripang di sekitar teluk Bima, biasanya teripang tersebut 
dijual kepada pedagang Jawa, Cina dan Makassar.

sebelum adanya kendaraan beroda di Bima, pengangkutan dilakukan dengan hewan seperti kuda dan kerbau untuk mengangkut pasir, batu kadang air bersih.

Sejak abad 14 hingga 16 sebelum masyarakat Bima mengenal bercocok tanam, pekerjaan yang mereka lakukan untuk menunjang kehidupan sehari-hari adalah berburu, berburu adalah tradisi masyarat Bima sejak dulu yang disebut "Ngalo". lokasi foto sekitar Tente.

Para petani yang sedang menuju ladang mereka, alat penyiraman dulu memakai 
daun lontar untuk mengambil air.

petani berjejer di pinggir sawah, dalam foto ini berdiri para petani yang mengelola sawah Sultan sedangkan lelaki yang berdiri di ujung kiri adalah pemimpinnya yang disebut "Bata Dadi" ditunjuk oleh Sultan untuk mengatur segala persawahan. 

Aktifitas para pedagang di pasar Bima tahun 1949, difoto oleh C.J Taillie, lokasi pasar Bima dulunya berada di Kampung Sarae atau yang disebut pasar lama. 

Sejak dulu kuda adalah komoditi terbaik di Bima, ekspor kuda Bima hingga ke Jawa, Madura, dan Makassar. Kuda Bima paling banyak dicari karena ketahanan mereka dalam segala macam cuaca. Oleh pasukan Hindia Belanda kuda Bima sering dipakai karena kekuatannya menyusuri berbagai areal.

Nelayan di pantai Ule sebelah utara Teluk Bima sedang menjaring ikan mekai "Sodo" alat menagkap ikan zaman dulu.

Selain Kuda komoditi perdagangan nomor dua di Bima adalah kain, dulu kain diambil oleh para pedagang Jawa, Bugis dan cina setelah mereka balik dari timur dan singgah di Bima untuk membeli kain  untuk mereka jual kembali di Batavia. Lokasi foto para penenun di Sangiang.





1 comments Blogger 1 Facebook

  1. dewalotto 1 user id main semua game ::
    1,togel
    2.taruhan bola
    3.casino
    4.poker, domino,ceme, live poker
    5.tembak ikan
    6.number game
    7.sabung ayam
    8.slot
    9.dan bayak lagi permainan lainnya, daftarkan sekarang juga di dewalotto*com

    ReplyDelete

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top