Alunan irama dendang yang di lantunkan dan di ikuti hentakan tangan sambil memukul lantai yang sangat menarik dengan gaya pantun bahasa Bima yang di lakukan oleh dua orang tertua di Raba Dompu yaitu Nenek Hj Asiah dan adiknya Nenek Saadiah. Dendang ini bernama Gele yang diperuntukkan untuk mendendangkan anak-anak yang terkena sakit seperti cacar air, bisul, dan sakit lainnya. Kata-kata dalam Gele yang digunakan termasuk bahasa Bima lama.

Dalam kepercayaan masyarakat Bima, penyakit cacar air pada anak-anak atau dalam bahasa Bima disebut Kawaro merupakan penyakit yang sering menjangkit anak-anak pada usia balita maupun batita itu merupakan tamu yang perlu di hargai dari ujian Yang Maha Kuasa sehingga kadang di beri kemenyan dan di rayu dengan kata-kata indah yang disebut Rere.

Maka  setiap anak yang menderita Kawaro akan di dendangkan Gele ini untuk menenangkan hati mereka sehingga bisa tertidur pulas. Ketika Gele didendangkan seorang anak yang terkena cacar air di pangku dan adapun beberapa bait yang didendangkan yaitu :

Nasi goi di dana gowa
Mantolu nggongga ari wadu pa`a
Sabua ka buha di boha ita dua

Lopi auku mai da mai
Lopi ruma ma wua mamengi
Di njungge lepi ba dou dinga mbojo

Seperti yang diceritakan oleh nenek Saadiah setelah di oleskan beberapa obat tradisional dan di asapi dengan kemenyan wangi maka di dendangkan Gele tersebut beberapa hari kemudian panas dan gatal-gatal anak yang menderita cacar air akan hilang dari hari ke hari. Tradisi ini pun terus dilakukan oleh masyarakat Bima di Raba Dompu.

Lihat video dendang Gele disini

0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top