Terdengar suara riuh para wanita yang berirama melantunkan syair sebuah hikayat para leluhur memecah suara keheningan lembah Sambori, namanya Belaleha adalah lantunan sebuah syair dari masyarakat Sambori yang sejak dulu terus di jaga dan dilestarikan, dengan irama suara  yang khas kaum Inge Ndai yang menghuni di kaki gunung Lambitu.

Belaleha biasa di lantunkan pada saat ada acara seperti pernikahan, khitanan, maupun acara-acara lainnya masyarakat Sambori. Belaleha hanya di iringi oleh irama mulut tanpa ada alat-alat musik lainnya, dengan irama logat bahasa Inge Ndai yang keluar dari mulut para pelantun syair Belaleha saling membalas dengan lirik yang masih mempunyai kaitan dan Belaleha ini hanya di lantunkan oleh kaum wanita di Sambori.

Para pelantun Belaleha ini tidak dibatasi jumlahnya, semakin banyaknya para pelantun Belaleha maka akan semakin baik, syair dari Belaleha sendiri sangat variatif mulai dari syair lama hingga syair baru di karang yang masih menceritakan sesuatu kegembiraan maupun kesedihan yang berisi petuah para leluhur tentang nasehat kehidupan dengan nilai luhur tradisi masyarakat Sambori.

Adapun syair dari Belaleha yaitu :

Belaleha
Alona Tembe Kala
Aloyilana matiri nggunggu
Ndoo poda dikatente cepe

Belaleha
Ria ese jolo reo
Mamuna tembe me`e ma riu
Dodoku di salempe cempe

Belaleha ini juga di bagi masing-masing jenis sesuai dengan acara yang di adakan, seperti Belaleha Randa yang dilantunkan pada saat ada acara pengangkatan kepala adat atau kepala desa Sambori dan Belaleha Ranca yang didendangkan untuk acara hiburan masyarakat saat panen tiba sebagai luapan rasa syukur mereka.

Banyak syarat nilai filosofi kehidupan yang terkandung dalam syair Belaleha Sambori yang terbingkai dengan nilai luhur Inge Ndai hingga sekarang, kalimat yang dipakai dalam syair Belaleha termasuk kata-kata Inge Ndai lama dan  masih tergolong sangat halus.

Lihat Video Belaleha Disini



0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top