Raba sebuah kota kecil yang terletak di sebelah timur Kota Bima yang dimana dulunya merupakan sebuah ibukota kabupaten Bima sebelum menjadi wilayah Kota Bima tahun 2003. Jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945 dimana Raba merupakan sebuah kota kecil yang dihuni oleh bangsa eropa dan wilayah perkantoran perdagangan Hindia belanda untuk wilayah Indonesia timur.

Awal didirikannya kota Raba pada abad 18 dan diperkirakan sekitar tahun 1774 M sejak Sultan Abdul Hamid (1773-1817) memulai kontrak dagang dengan VOC untuk perdagangan kayu dan ternak, inipun di dukung oleh salah satu monument VOC di Raba yang di perkirakan dibangun tahun 1780, tetapi bukti sejarah monument itu telah hilang mungkin hancur. (Ibid. Iman dan Diplomasi, serpihan sejarah kerajaan Bima).


Foto : Sultan Muhammad Salahuddin , I Gede Anak Agung Presiden NIT dan C.W. Schüller  didepan monumen VOC di Raba pada tahun 1947

Setelah VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) dibubarkan pada 3 Desember 1799 M dan diganti dengan berdirinya Hindia Belanda di Batavia, Raba dari zaman ke zaman berkembang menjadi hunian bangsa eropa dan banyak berbagai Fetor (pemimpin distrik/wilayah Hindia belanda) mulai ditugaskan di Bima dan berkantor di wilayah Raba.

Foto : View Raba, terlihat bangunan pusat komunikasi tahun 1930
Kesultanan Bima memasuki awal abad ke 20 saat Sultan Ibrahim (1881-1915) menjabat sebagai Sultan Bima yang ke 13 memperbaharui kontrak perdagangan dengan Belanda, inilah awal Raba berkembang menjadi sebuah kota kecil nan indah saat itu dimana bangunan-bangunan ala eropa mulai berdiri di Raba dan kendaraan-kendaraan bermesin mulai ada di Raba.

Sejak itu perkembangan Raba layaknya sebuah kota yang sangat modern dengan rumah gaya arsitektur eropa dan gaya hidup modern para penduduk indo-eropanya di dukung udara Raba  yang sangat sejuk, sehingga Raba juga disebut sebagai fila tempat  peristirahatan para pejabat Hindia Belanda.
 
Foto : para penduduk Raba bangsa Eropa tahun 1927

Foto : saat makan siang bersama di rumah Fetor Raba Meneer Evers tahun 1927
Setelah  sekolah  HIS (Holand Indiesch School) mulai di dirikan tahun 1925 perkembangan Raba menjadi pusat pendidikan di Pulau Sumbawa, banyak pelajar dari Dompu dan Sumbawa berdatangan untuk menimba ilmu di Bima.  Berbagai macam olah ragapun sering diadakan di alun-alun Raba,  saat memasuki kemerdekaan Indonesia tahun 1945 Raba menjadi pusat perkantoran kota Swapraja NIT (Negara Indonesia Timur) dan tahun 1951 Raba mulai berganti menjadi kota administratif tingkat II Kabupaten Bima*.
Foto : rumah pejabat Hindia Belanda di Raba tahun 1927
Foto : murid-murid HIS (Holand Inlandshe School) di Raba tahun 1925

Foto : Sultan Muhammad Salahuddin dan Raja Bicara Abdul Hamid, saat foto bersama tim sepak bola Bima di alun-alun Raba tahun 1927

Foto : pembukaan acara "pasar Malam" PPKB di Raba tahun 1927

Foto : pejabat Hindia Belanda duduk santai menikmati udara segar di alun-alun Raba tahun 1925

*dari berbagai sumber
sumber foto KITLV is an institute of the Royal Nederlands Academy  

3 komentar Blogger 3 Facebook

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top