Waku adalah kerudung pelindung dari hujan yang digunakan oleh masyarakat suku Bima dari turun temurun sebelum adanya payung. Waku terbuat dari bahan daun pandan duri yang di keringkan hingga kini yang masih menggunakan Waku sampai sekarang hanyalah  masyarakat Sambori yang bermukim di gunung lambitu wilayah Kabupaten Bima, masyarakat Sambori sangat menjaga tradisi pembuatan Waku ini dengan didukung banyaknya pandan duri yang tumbuh di daerah mereka. Berikut catatan yang di himpun Mbojoklopedia mengenai proses pembuatan Waku :

  1. Daun pandan duri terlebih dahulu dibersihkan durinya sebelum dijemur, duri pandan yang berada di pinggir  daun dengan memakai pisau, biasanya membuat waku dibutuhkan daun panda kurang lebih sebanyak 10 hingga 15 lembar.
  2. Setelah dibersihkan durinya, kemudian daun panda duri tersebut di jemur hingga daunnya kering dan  kaku berwarna coklat, biasanya dibutuhkan waktu antara 2 hingga 4 hari untuk membuat daun pandan menjadi coklat dan kaku tergantung dari teriknya matahari.
  3. Setelah daun pandan duri sudah dijemur hingga kering dan menjadi kaku berwarna coklat, kemudian di jahit lagi menggunakan kulit bambu untuk menyatukan daun-daun pandan tersebut sehingga tampak seperti sebuah tikar.
  4. Sesudah dijahit maka selanjutnya daun pandan yang sudah disatukan tersebut kemudian dilipat sama panjang dan disisi kanan atau kiri di jahit lagi menggunakan kulit bambu, biasanya dalam proses membuat Waku di butuhkan waktu 1 jam.
  5. Setelah sisinya di jahit maka waku sudah siap dipakai untuk berlindung dari hujan.


begitulah proses pembuatan Waku di Desa Sambori yang di himpun oleh Mbojoklopedia dalam catatan sederhana ini, semoga bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca.



1 comments Blogger 1 Facebook

  1. keren websitenya ...
    semangat selalu buat admin dalam mempublikasikan tentang bima, Suka (y) (h)

    ReplyDelete

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top