Riuh suara tawa dan tepuk tangan seusai sebuah pertunjukkan diatas panggung, pertunjukkan yang diadakan untuk merayakan ulang tahun Sekolah Cikini yang ke-15 tepat pada tanggal 30 November 1957. Acara cukup meriah dihadiri oleh berbagai tokoh dan  pejabat, juga yang hadir adalah orang nomor satu Indonesia yaitu Presiden Sukarno.

Kehadiran Presiden Sukarno tak lain adalah menghadiri undangan dari sekolah Cikini sebagai orang tua murid dari kedua anaknya Guntur Soekarno Putra dan Megawati Soekarno Putri adalah murid disekolah tersebut. Seusai acara dan pertunjukkan Presiden beserta kedua anaknya menuju depan sekolah untuk pulang kembali ke istana, konvoi sudah menunggu. Semua orang menyalami presiden dan ketika presiden diatas mobilnya tiba-tiba satu granat meledak tepat didepan mobil Sukarno.
Dalam seketika semua orang histeris dan panik, tujuh orang tergeletak dan meninggal di tempat, nasib baik masih berpihak pada presiden Sukarno dan kedua anaknya selamat dari upaya percobaan pembunuhan tersebut.

Sukarno dan ketua Partai Komunis Indonesia (PKI) DN Aidit (sumber foto : merdeka.com)

Siapakah kelompok yang melempar granat pada orang nomor satu Republik Indonesia tersebut? Dan apa motif dibalik kejadian tersebut? Nama kelompoknya adalah GAK singkatan dari Gerakan Anti Komunis yang di dirikan pada tanggal 17 November 1957 atas inisiatif Kolonel Zulkifli Lubis, pergerakan GAK inten melakukan kampanye anti terhadap Komunisme yang mulai berkembang dan menduduki parlemen Indonesia. Sementara itu gerakan ini menganggap bahwa Presiden Sukarno dengan kebijakannnya saat itu melindungi Partai Komunis, tulis Arifin Suryo Nugroho dalam bukunya Tragedi Cikini : Percobaan Pembunuhan Presiden Sukarno.


Eksekutor para pelempar granat di sekolah Cikini dengan cepatnya gerakan intelijen, telah ditangkap empat orang pemuda berasal dari Bima yaitu Jusuf Ismail, Saadon bin Muhammad, Tasrif bin Husein dan Muhammad Tasim bin Abubakar. Keempat pemuda tersebut disidangkan di pengadilan militer dan dijatuhi hukuman mati.

Menurut Arifin Suryo Nugroho, “Orang-orang Bima merasa betapa ideology komunis bertolak belakang dengan adat dan syara dana mbojo mereka.” Diketahui bahwa keempat pemuda Bima tersebut semuanya bekerja sebagai Guru di Jakarta.  

Kejadian upaya pembunuhan Presiden Sukarno dengan granat juga terjadi setelah  peristiwa  sekolah Cikini yaitu tahun 1962 upaya pembunuhan juga dilakukan dengan granat oleh jaringan Permesta pimpinan Ida Bagus Tenaja. Upaya penggranatan oleh Permesta akan dilakukan di gedung Olahraga Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan. Namun keberuntungan tetap berpihak pada Presiden Sukarno terselamatkan dari upaya percobaan pembunuhan tersebut.


Oleh : Fahrurizki



Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

1 comments Blogger 1 Facebook

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top