Ladang garam di Bima hanya terdapat di satu tempat yaitu di pesisir Woha yang luasnya mulai di sebelah utara dari Palibelo hingga di ujung timur Talabui, kemudian membentang kearah selatan Donggo Bolo, desa Pandai hingga di ujung barat desa Sondosia. Kebetulan yang saya kunjungi ketika itu adalah ladang garam Sondosia.

Sondosia salah satu desa yang terletak di Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. di desa ini kebanyakan warganya adalah petani garam. Luas ladang garam di desa ini membentang hingga ujung selatan Muku.

Petani sedang menyaring butiran garam yang sudah mengkristal

Biasanya para petani garam Sondosia dikala pagi mereka mengairi petakan ladang mereka dengan menimba air laut menggunakan gayung buatan mereka, namun pada siang hari ketika ada angin air laut mengairi petakan ladang garam yang dipompa oleh kincir angin buatan mereka, kemudian di sore hari garam yang sudah mengkristal melalui penguapan matahari akan di saring ditepi petakan dengan menggunakan sorokan dari kayu.

Ketika mengunjungi Sondosia Minggu (16/10/2016) saya bersama salah seorang Backpacker dari Ciamis, Jawa Barat, namanya Uyo, dia mengunjungi Bima selama satu minggu. Orangnya sangat menarik, baik dan keingin tahunya besar, hingga dia mencoba belajar menyaring garam dan mencoba rasa garam, garam yang belum terlalu mengristal katanya rasa garamnya agak pahit.

View ladang garam dari ata bukit Sondosia

Ketika itu sore hari dan banyak petani yang sedang menyaring butiran garam yang telah jadi untuk diletakkan pada pinggiran petakan lahan mereka kemudian garam-garam itu disimpan pada gudang penyimpanan. Kami berinteraksi dengan para petani yang ramah-ramah sambil menanyakan perihal pasaran harga garam, dulu satu karung harga garam bekisaran Rp.10.000/ perkarung tapi sekarang lumayan membaik dan sudah naik menjadi Rp.20.000/perkarung kata salah satu petani. Namun kegetiran mereka dalam membuat garam cukuplah banyak dari harga yang anjlok hingga harga yang pantas.

Ada salah satu spot yang sangat menarik untuk menikmati ladang garam dari atas ketinggian yang viewnya bisa melihat hamparan ladang garam yang terbentang yaitu di bukit Sondosia letaknya tidak jauh dari ladang garam tersebut. Bukit ini berada di sebelah kiri jalan raya ketinggiannya hanya sekitaran 100 meter dari atas permukaan laut.

Petani garam Sondosia sedang memeriksa petakan ladang garam miliknya.

Ketika sampai di atas bukit itu sinar matahari menyambut kami dengan kehangatannya, dan view ladang garam yang terbentang membuat si Uyo terpukau, kolaborasi alam antara hijau dan gersang menjadi sangat eksotis, “Welcome To Bumi Maja Labo Dahu” inilah Bima antara gersang dan hijau, kata saya pada dia.

Belum bisa dipastikan sejak kapan orang Bima mulai mengenal membuat garam dan haripun semakin gelap, matahari mulai turun dibalik bukit Sondosia , kamipun bergegas untuk pulang menuju Kota Bima. dalam perjalanan di ufuk barat terlihat senja yang sangat indah dengan warnanya yang merah keemasan memantulkan cahayanya pada petakan ladang garam Sondosia.(Traveller Kampung)




0 comments Blogger 0 Facebook

Post a Comment

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top