Nama teluk Saleh tidaklah asing di dengar, karena teluk ini salah satu teluk terbesar di kepulauan Sunda Kecil. terletak ditengah-tengah Pulau Sumbawa antara Semenanjung Sanggar disebelah utara dan daratan Sumbawa sebelah selatan. Luas teluk Saleh sekitar 1495 km persegi dan panjang sekitar 282 km, terbentang mulai dari pesisir Prajak Sumbawa hingga Calabai Dompu.

Peta Pulau Sumbawa tahun 1681, Eiland Sumbawa bevattende de Bogt van Tambore, Dompo, Bima, dibuat oleh Peter Stipert.(Koleksi National Archief)

Dalam teluk Saleh juga terdapat puluhan pulau kecil yang tersebar, diperkirakan ada 34 pulau, dari beberapa pulau tersebut juga bisa menjadi andalan untuk pengembangan wisata daerah seperti keindahan Nisa Pudu, Pulau Ngali, dan Pulau Liang yang mempesona didalam teluk.

Nama Teluk Saleh diperkirakan mulai di sebut pada peta yang dibuat oleh John Arrowsmith tahun 1832 dan Baron Melvill tahun 1856, sedangkan dalam peta yang dibuat Élisée Reclus tahun 1885 teluk Saleh ditulis dengan nama “Gutf Of Sumbawa”. Namun dalam peta abad 16 hingga 18 nama teluk ditulis dengan nama “Bocht Van Tambore” yang berarti jalur lingkaran Tambora, peta yang dibuat tahun 1600 koleksi dari National Archief Belanda dan tidak tertera pembuatnya.

Bocht Van Tambore juga tertera dalam peta tahun 1681 yang dibuat oleh Peter  Stiper, banyak terdapat catatan tentang Tambora sebagai jalur perdagangan laut  saat itu oleh VOC dalam dagregister mereka yang tersimpan di Arsip Nasional. Pulau Sumbawa sendiri mulai dikenal oleh para pelaut tahun 1511 masehi ditulis oleh Tome Pires dalam bukunya Suma Oriental.

Asal usul nama Teluk Saleh seperti yang ditulis oleh Helius Sjamsuddin dalam bukunya Memori Pulau Sumbawa : tentang sejarah, interaksi budaya & perubahan sosial politik di Pulau Sumbawa terbitan tahun 2013, bahwa dahulu kala sebelum gunung Tambora meletus pada tahun 1815, dikisahkan seorang ulama yang bernama Saleh dibunuh dan dibakar oleh Raja Tambora karena mengusir anjing kesayangan sang raja yang sedang bermain di dalam Masjid, mendengar hal itu kemudian Raja memerintahkan para pengawalnya untuk mengundang makan sang Ulama tersebut di istana.

Setelah ulama sampai dihadapan raja, beliau dihidangkan daging anjing yang dicampur dengan kambing, mengetahui hal itu ulama marah dan membuat tersinggung sang raja, lalu sang raja memerintahkan pengawalnya untuk membunuh ulama itu, sebelum di bunuh sang ulama itu mengutuk Raja beserta Kerajaannya bakal musnah dan terjadilah letusan gunung Tambora. Jasad ulama dibakar dan abunya di buang diteluk oleh para pengawal raja sehingga nama teluk Saleh berasal dari nama ulama tersebut.

Cerita ini sangat mirip dengan cerita tentang awal mula meletusnya gunung Tambora yang ditulis oleh Roorda Van Esynga sumber dari sebuah manuscript dari seorang yang bernama Abdul Wahab yang menceritakan letusan gunung Tambora, tapi dalam tulisannya tersebut Roorda Van Esynga tidak menyinggung nama Saleh tapi Said Idrus yang dibunuh oleh Raja Tambora. Penyebutan nama Teluk Saleh kemungkinan dimulai abad 20 setelah meletusnya gunung Tambora.


Oleh : Fahrurizki



1 komentar Blogger 1 Facebook

  1. terima kasih bang untuk artikel yang bermanfaatnya sbg penambah referensi saya, saya mau nanya bang, untuk peta yang diatas saya bisa mengcopy nya bang? sbg keperluan referensi bang. terima kasih sebelmnya

    BalasHapus

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top