Kilo salah satu Kecamatan yang terletak di ujung Utara wilayah Dompu yang berbatasan dengan Sampungu, Kabupaten Bima. Masyarakat Kilo mempunyai dua profesi dalam menunjang kehidupan mereka yaitu bertani dan nelayan. Wilayahnya sangat mendukung kedua hal itu, di bagian timur terdapat lahan yang biasa di Tanami padi maupun jagung dan di bagian baratnya hamparan laut terbentang hingga di semenanjung sanggar.

Perahu nelayan di tepian pantai Melaju sebelah utara dermaga

Untuk menikamti Sunset atau Senja yang sangat cantik dan romantis mungkin di Kilo-lah tempatnya. Senja nan indah dengan latar laut lepas yang bakal menjadi moment indah. Menuju Kilo sangatlah mudah dari Kota Dompu akan memakan waktu 1 jam lebih perjalanan memakai sepeda motor maupun mobil. Kemudian di perempatan Taloko mengambil jalur utara seperti yang tertera di papan penunjukkan jalan.


Dalam perjalanan tidak akan terasa membosankan, karena keindahan selama perjalanan yang ditemui akan mebunuh kebosanan, berbagai sajian view-view cantik akan memukau mata. Laut biru nan jernih dengan latar gunung Tambora menjadi menu utama selama perjalanan menuju Kilo. Ada juga spot-spot yang menarik yang bisa dikunjungi yaitu Matompo dan puncak Kilo Rasta. Pada kedua spot tersebut bisa menikmati view semenanjung Sanggar.

Jangan ngebut selama dalam perjalanan, jika ngebut bakal rugi dengan view yang menarik untuk koleksi foto landscape dan juga ngebut sangat membahayakan, berhubung jalannya banyak tikungan tajam. Pasir putih terhampar hingga utara gerbang memasuki Kilo, silakan singgah jika ingin meliat air lautnya yang jernih dan hangat untuk mengobati lelah sejenak. Jika mengunjungi Kilo saat musim hujan, bakal banyak penjual jagung yang akan ditemui dalam perjalanan, makan jagung di pinggir pantai adalah moment yang sangat menarik.

Setelah memasuki Kilo dan menuju Dermaga di kampong Melaju tinggal mengikuti jalur lurus saja dan tanpa berbelok di perempatan kantor Desa. Untuk menunggu sunset sore hari bisa berjalan-jalan di areal kampung Melaju, disitu juga terdapat kuburan tua yang letaknya tepat dibelakang Puskesmas Kilo. Bagi yang suka foto HI (Human Interest) dengan latar aktifitas nelayan yang sedang merajut jala ikan atau para wanita yang menjemur ikan akan sangat menarik dan menambah koleksi foto-foto HI.

Pohon mangrove di pantai Melaju

Bila waktu sore tiba, satu persatu orang-orang mulai berdatangan di dermaga dari nelayan hingga masyarakat sekitar yang menikmati suasana sore di dermaga, para nelayan yang mempersiapkan segala peralatan dan bekal di kapal Baga mereka untuk melaut malam nanti.

Langit di ufuk barat semenanjung sanggar mulai memerah dan tampak beberapa orang mulai foto menggunakan kamera ponsel mereka. Tepat jam 18.30 sore senja di dermaga menampakkan keindahan dan kecantikannya, laut disekitar dermaga beruha menjadi warja merah keemasan dengan siluet kapal-kapal baga nelayan di tepian selatan dermaga menambah suasana menjadi romantic nan menawan.

Sebelah utara tepian dermaga terdapat satu pohon mangrove tua yang besar, pohon yang menjadi ikon negeri senja di Kilo ini sejak dulu adalah objek favorit para fotografer yang mengabadikan moment indah saat senja tiba. Hari semakin malam dan senja semakin redup berganti malam, aroma ikan bakar mulai menggoda hidung di sekitar dermaga, ikan dapat di beli padsa rumah nelayan dengan harga bekisar 30ribu hingga 60ribu dengan ukuran yang sangat besar. Menikmati ikan bakar di dermaga sambil mengantar senja yang pulang di balik gunung Tambora adalah moment yang sangat menakjubkan di Kilo.(TravellerKampung)

0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top