Melihat lahan sawah terasering di Bali atau di Lombok yang tersusun dengan indah mungkin sudah biasa, tapi beda dengan lahan sawah di Bima yang mungkin terbilang sangat Extreme terletak di lembah dan tebing-tebing jurang pegunungan. Lahan ini biasa disebut Oma oleh masyarakat Bima untuk di tanam padi dan jagung, yang hanya ada setiap 6 bulan dalam setahun yaitu saat musim hujan turun. untuk itu simak foto-foto lahan sawah di bawah ini :

Tebing yang terjal dijadikan lahan sawah yang kapan-kapan mungkin bisa juga terjadi longsor.

Posisi miring lahan sawah yang menjulur kebawah jurang.

Bebatuan di atas dengan posisi lahan yang miring yang mungkin bisa terjadi batu turun menggelinding kebawah dan sangat mengancam jiwa si petani.

Selama bertani di musim hujan rumah yang mereka bangun ala kadarnya untuk tidur dan beristirahat.

Seorang ibu dan anaknya sedang memeriksa padi di lahan sawah mereka yang miring.

kabut turun menutupi tebing dan jurang, jika salah langkah langsung jatuh ke jurang.

Areal bebatuan dan di bawah tebing di buat untuk lahan sawah.

Walaupun areal yang berbahaya dan kemungkinan bisa kena longsor suatu saat tetap di jadikan lahan sawah.



1 comments Blogger 1 Facebook

  1. Indahnya alamku,
    Indahnya duniaku,
    Indahnya negeriku,
    Mari kita jaga dan lestarikan alam kita agar dengan begitu kita dapat bisa memanfaatkan hasil alamnya seperti sawah sawah yg aada digunung dll

    ReplyDelete

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top