Ada yang menarik salah satu tradisi masyarakat pesisir Teluk Bima di Lewi Dewa yaitu Taji Lopi Toi yang berarti lomba perahu mini, tradisi ini biasa dilakukan tiga kali dalam satu bulan, awalnya tradisi Taji Lopi Toi dilakukan saat sesudah selesai panen dan para nelayan yang menunggu cuaca angin membaik saat musim angin barat.

Perahu mini atau oleh masyarakat lokal menyebutnya Lopi Toi tersebut di buat dari kayu pohon kapuk karena sangat ringan. Panjang dari Lopi Toi yaitu 1,70 cm hingga 200 cm, layarnya terbuat dari plastik bekas atau dibeli permeternya.

Ciri dari Lopi Toi tersebut adalah warna warni cat-nya, semakin banyak warnanya maka akan semakin kelihatan mencolok pada saat Lopi Toi di turunkan ke laut. Harganyapun bekisar dari 200 ribu hingga 500 ribu rupiah.

Perlombaan Lopi Toi di adakan 3 kali dalam sebulan, pesertanya bisa mencapai 300 hingga  400 orang yang mendaftar. Satu Lopi Toi di daftar dengan biaya 10 ribu rupiah yang terbagi dalam dua kategori perlombaan yaitu kelas A dimana Lopi Toi yang panjangnya 1,70 cm dan kelas B Lopi Toi yang panjangnya 200 cm (2 meter).

Peraturan dan cara bermainnya sangat sederhana dimana para peserta lomba hanya membawa Lopi Toi-nya di garis finish di dalam pantai, kemudian tinggal menunngu angin yang bertiup kencang. Ada satu juri yang melepas dengan aba-aba pluitnya, panjangnya arena kurang lebih 300 hingga 400 meter di ujung utara pantai.



Bila pesertanya banya mencapai 300 atau 400, maka perlombaan akan dilakukan 3 hari berturut-turut, perlombaan memakai sistim gugur yang di ambil hanya Lopi Toi yang juara pertama yang akan di adu dengan Lopi Toi juara lainnya.

Jika angin terus bertiup kencang maka perlombaan akan cepat pula, karena perlombaan lopi Toi ini hanya memakai dorongan angin. Perlombaan biasa di mulai pada jam 15.30 sore hari hingga jam 18.00, keriuhan para penontonpun sangat menarik dengan meneriakkan Lopi Toi andalan mereka dengan dengan syair dan lelucon.

Salah satu contohnya yaitu “Rai Lopi Toi Kala e Ma Kambuja Moti” yang berarti larilah Lopi Toi merah sampai menghancurkan lautan. Dan jika angin sedikit bertiup maka para pesertapun akan meneriakkan salah satu kata untuk memanggil angin yaitu “hanta row a`i” yang berarti angkat roknya ibu.

0 comments Blogger 0 Facebook

Post a Comment

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top