ADS

Dalam ekosistem skena sepeda motor di Bima, motor lebih dari sekedar mesin, motor adalah pembuka percakapan. Mulai dari penganut aliran Classic seperti Vespa dan CB, hingga pecinta Custom Culture. Bukan hanya itu para pecinta Adventure yang gemar menjajal medan terjal di Donggo atau Lambitu, semuanya disatukan oleh satu prinsip yang tetap menjadi mantra yang sakral para Bikers yaitu "Satu Aspal, Sejuta Saudara."

Individu-individu di sini tidak hanya fokus pada spesifikasi mesin motor mereka, tetapi pada momen berkumpul (kopdar). Biasanya, tepian Pantai di pulau Sumbawa, seperti di pantai Nanga Nae, Kilo, Dompu. Kemarin (08/02/2026) menjadi saksi bisu bagaimana panggung euforia para Bikers lintas generasi dalam acara "Pura-pura Samada Angi," bergoyang dalam satu irama yang sama yaitu irama menghilangkan kejenuhan. Bukan hanya bergoyang juga obrolan ide-ide modifikasi dan rencana touring membelah Sumbawa didiskusikan sambil menikmati kopi dan biskuit di pinggir pantai.

Event Pura Pura Samada Angi, Kilo, Dompu. 

Bagi para enthusiast di Bima, jarak bukan hambatan, melainkan tantangan yang candu. Jalur yang menghubungkan Bima- Kilo di timur atau Dompu menawarkan pemandangan tebing Rasta Kilo dan laut yang memukau. Kegiatan seringkali tidak hanya tentang euforia, tapi juga bakti sosial. Banyak komunitas motor di Bima yang turun langsung memberikan bantuan saat terjadi bencana Sumatera kemarin, membuktikan bahwa citra "anak motor" di Bima sangat positif dan peduli lingkungan.

Di bawah langit Kilo bulan Februari yang agak mendung, raungan mesin bukan sekadar bising knalpot. Ia adalah detak jantung dari sebuah subkultur yang terus bertumbuh yaitu skena motor. Dari motor kustom yang berkilau hingga motor harian yang dipaksa tampil gaya, jalanan pantai Nanga Nae kini menjadi panggung bagi mereka yang mencari identitas di balik helm full-face. Mereka datang dalam acara Pura-pura Samada Angi dengan membawa serta keluarga, komunitas dan motor kesayangan mereka. 

Antusiasme para bikers Bima terpatri dalam komunitas paling senior yaitu Astrea Motor Bima atau dikenal dengan nama AMBI. Mbah Bakron salah satu senior yang paling di hargai dalam ekosistem pemotor Bima, ia mengatakan bahwa komunitas motor Bima sekarang telah tumbuh seiring munculnya kesadaran dalam memupuk persaudaraan dan cinta alam. 

Pantai Nanga Nae, Kilo, Dompu

Bagi anak muda Bima, motor bukan hanya alat transportasi dari Amahami ke Raba. Motor adalah instrumen pelarian. Di tengah terbatasnya ruang hiburan dan pilihan karier yang itu-itu saja, memodifikasi motor atau sekadar "nongkrong" di pinggir jalan menjadi katarsis atas kejenuhan kota. Kejenuhan ini nyata. Ketika rutinitas terasa mencekik, menggeber mesin di jalan lintas atau berkumpul di depan pertokoan menjadi cara untuk merasa "hidup". Skena motor memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh birokrasi yaitu kreativitas.

Salah satu keunikan skena motor di Bima adalah rasa persaudaraan atau brotherhood yang kental. Di sini, sekat-sekat sosial seolah melebur saat mereka sudah berada dalam satu kepalan aspal. Mesin dan musik, dua kultur budaya yang tidak bisa dipisahkan lagi. Eko Jabs salah satu vokalis band reggae Big John, yang juga tampil dalam Pura-pura Samada Angi, menjelaskan acara seperti ini sudah menjadi ajang tiap tahun. Dalam setahun di pulau Sumbawa sering diadakan dua atau tiga kali event, katanya. 

Juga Najib atau biasa di sapa Dewe salah satu anggota dari Club Vespa Invus menceritakan bahwa dalam lingkaran ini saling Jaga saat ada satu motor mogok entah dari komunitas mana pun, pasti ada yang menepi untuk membantu. Kemudian kopi sebagai pemersatu obrolan di depan tenda atau dibawah pohon bukan lagi soal siapa dan dari mana, tapi soal pengalaman di aspal, imbuhnya. 

Setelah semalam suntuk di geber oleh musik paginya geberan suara khas knalpot masing-masing menunjukkan identitas kolektif mulai dari jaket dengan logo klub menjadi kebanggaan yang menyatukan mereka yang berasal dari latar belakang berbeda.

Kejenuhan kota terkadang meluap menjadi aksi yang kurang terkontrol. Inilah peran penting komunitas untuk mengarahkan energi tersebut ke hal yang lebih positif, seperti acara ini sangat berpeluang untuk promosi wisata lokal.

Skena motor di Bima adalah cermin dari kondisi sosial pemudanya. Ia adalah campuran antara kreativitas yang tertahan dan solidaritas yang tulus. Di atas jok motor, mereka tidak hanya mengejar kilometer, tapi juga mencari arti persaudaraan di tengah kota yang kian padat dan jenuh.

Selama mesin masih menderu, persaudaraan di aspal Bima takkan pernah padam. Menjadi bagian dari skena motor di Bima berarti menjadi bagian dari keluarga besar yang melintasi batas usia dan profesi. Antusiasme individu di sini membuktikan bahwa hobi roda dua bisa menjadi wadah kreativitas yang sehat dan penggerak ekonomi lokal.


Oleh :

Fahrurizki

Penulis sejarah & budaya



Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama

0 comments Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top