Salah satu keluarga yang masih mewariskan tradisi Nggalo kepada anak-anaknya, keluarga yang bermukim di kawasan Transmigrasi Satuan Pemukiman (SP) 4, Kawinda Toi, Kabupaten Bima. Mereka hidup dari alam Tambora. Nggalo yang berarti memburu. perburuan mereka antara lain adalah rusa atau dalam bahasa Bima disebut Uta Maju, salah satu lauk yang paling mahal dan populer namun juga merupakan hewan yang dilindungi oleh Taman Nasional Tambora.

Jum anak kedua dari Pak Taufik atau biasa di sapa Aba Fi, bersama anjing pemburunya. Jum sudah diajarkan cara Nggalo oleh Aba Fi juga sering turut serta ikut perburuan di kala sekolahnya libur. Jum sekarang duduk dibangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) Sorilaju, kawinda Toi.



Jum memperlihatkan koleksi tanduk milik keluarganya, katanya tanduk ini sangat istimewa karena jarang ada ujung tanduk berwarna kuning. Tiap cabang tanduk juga sama ukuran dan sejajar.

Tanduk rusa dan kawat Sarente, dahulu Sarente dibuat dari kulit pohon, Sarente adalah perangkap dan sekarang terbuat dari kawat kabel. bisa mencapai ratusan Sarente untuk dipasang diatas gunung. pemasangan Sarente harus sejajar dengan ukuran leher rusa dewasa. 

Dian anak laki-laki ketiga dari Aba Fi, duduk depan pondok mereka.

Jum sedang memerkan anjing pemburunya, katanya anjing ini yang paling lincah ketika mengejar rusa. tugas para ketika Nggalo yaitu menggiring para rusa menuju perangkap (Sarente) yang telah dipasang di berbagai semak.

Depan pondok mereka di kawasan transmigrasi, Istri (Ibu Hana) dari Aba Fi, dan Dian, Awal serta Jum sedang bermain dengan ayam piaraan mereka.

Malam hari hanya menggunakan lampu yang disambung pada AKI motor, sebelumnya sudah ada listrik tenaga air, kata Aba Fi namun sudah lama rusak sejak sekitaran tahun 2006, hingga kini belum diperbaiki. Tenaga surya dan AKI yang menjadi sumber penerangan warga SP4. 

Tiap pagi Jum bertugas memberi makan anjing pemburu piaraan keluarganya. Jumlah anjing piaraan mereka ada enam ekor.

Aba Fi (Taufik) Istri (Hana) dan anak bungsu perempuan mereka bernama Wati, jumlah anak Aba Fi semuanya empat orang, tiga laki-laki dan satu perempuan. Jika pergi berburu biasanya selama satu hingga dua minggu dan puluhan kilo daging rusa bisa di bawa pulang, kata Aba Fi.




0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top