Abdurahman di kukuhkan menjadi Sultan Dompu ke VIII pada tahun 1774 masehi menggantikan ayahnya Sultan Abdul Kadir. Abdurahman dengan nama kecilnya Daeng Malungi setelah dilantk menjadi Sultan, kala itu Dompu di rendung konspirasi politik internal keluarga istana. Abdurahman di anggap sebagai Sultan yang tidak sah oleh sebagian pejabat Kesultanan Dompu yang berpihak pada keturunan Sultan Akhmad yang meninggal di Kambu.

Foto di Kesultanan Dompu sejak masa Sultan Muhammad Sirajuddin (tengah duduk) tahun 1925 (Sumber : Tilema, Kromoblanda)

Setelah menjadi Sultan Dompu, Abdurahman memperbaharui kontrak dengan Petrus Albertus van der Parra, kontrak yang sudah dilakukan sejak tahun 1752. Karena di anggap tidak terlalu cakap dalam memimpin dan juga tidak layak sebagai Sultan, tahun 1787 Abdurahman di gulingkan dari tampuk kekuasaan, kemudian di gantikan oleh saudaranya Abdul Wahab yang dinilai sangat tepat untuk menjadi Sultan Dompu.( Held's History of Sumbawa)

Kemudian Abdul Wahab dikukuhkan menjadi Sultan Dompu ke IX pada tahun 1787, sebelumnya jabatan dia seorang panglima perang kesultanan Dompu. Menurut Profesor Held, Sultan Abdul Wahab adalah seorang Sultan yang sangat enerjik dan tangkas oleh sebab itu dia dijuluki “Ma Wa’a Cau”.

Abdul Wahab sering terjun dalam peperangan dengan Bali di Sumbawa Barat pada tahun 1788. Kesultanan Dompu menjadi salah satu kerajaan yang disegani oleh Bali kala itu, Kemudian di meninggal pada tahun 1793 masehi tampuk kesultanan di ambil kembali oleh saudaranya Abdurahman yang sebelumnya telah lengserkan.

Karena tidak ada lagi yang tepat untuk menggantikan Abdul Wahab maka di angkatlah Abdurahman untuk kedua kalinya sebagai Sultan pada tahun 1793. Seperti yang telah di tulis pada paragraf diatas, mengenai kepimpinan Abdurahman yang loyo, membuat konspirasi kesultanan Dompu semakin rumit antara keturunan dari Abdul Wahab.

Setelah kepemimpinan Daeng Malungi (Abdurahman) berjalan lima tahun, tahun 1798 dia wafat. Lalu digantikan oleh anaknya Daeng Pabeta, hal yang sama juga terjadi pada Sultan Pabeta, setelah dikukuhkan sebagai Sultan Dompu ke XI dia meninggal. Kemudian di gantikan oleh saudaranya sultan  Abdullah I dikukuhkan pada tahun 1798.

Dalam hal ini Sultan Abdurahman adalah Sultan yang pertama kali dalam sejarah Pulau Sumbawa yang di angkat menjadi Sultan dua kali.


Oleh : Fahrurizki 




0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top