Gunung Tambora yang sebelumnya bernama gunung aram-aram yang tercatat dalam artikel Bernice de Jong Boers yang berjudul “Mount Tambora In 1815 : A Volcanic Eruption In Indonesia And Its Aftermath” menulis kisah kejadian erupsi Tambora yang terjadi di Pulau Sumbawa dan juga berdampak pada perubahan iklim di eropa.

Kisah letusan tambora-pun juga di tulis oleh seorang Khatib dari kesultanan Bima dengan gaya ber-Syair Melayu yang bernama Khatib Lukman, beliau merupakan korespondensi pertama yang menyaksikan Tambora meletus selain catatan Letnan Gubernur Thomas Rafles.

Sejak meletusnya tahun 1815 kemudian Tambora menjadi tanah yang tak bertuan, hingga tahun 1855 seorang yang bernama Daeng Manrangka datang ingin membangun kembali Kerajaan Tambora dan mengaku sebagai keponakan Raja Tambora yang terakhir Abdul Gafur, tapi itu hanya berlaku sampai tiga bulan karena adanya perselisihan wilayah dengan Kesultanan Dompu. Tahun 1907 wilayah Tambora mulai di huni oleh orang.

Saat napak tilas sejarah dan alam Tambora yang bernama “Jejak Tambora” Explore Bima, tim menemukan alam yang sangat luas yang terbentang dari Sanggar hingga Doropeti, tahun 1866 Tambora dibagi dua oleh Gubernur Hindia Belanda Makassar yaitu antara Lintas Utara dan Lintas Selatan, luas Utara mencapai 80.000 hektar pembagian sedangkan luas Selatan mencapai 30.000 hektar.

View Kawah Tambora

Tahun 1847 kaldera gunung Tambora pertama kali di taklukkan oleh Heinrich Zolinger Botani asal Swiss mencapai kaldera 2.850 meter, kemudian tahun 1931 Tambora di taklukkan oleh P Van Rheden asal Belanda, dan tahun 1947 W.A. Petroeschevsky juga datang mencapai kaldera. Lebar kawah Tambora mencapai 7 kilometer dan di kelilingi kawah sepanjang 16 kilometer dan dasar kawah sedalam 800 meter.

Di atas puncak Tambora paling banyak wisatawan dan pendaki yaitu menunggu matahari terbit dari atas kaldera, disarankan untuk mendapatkan moment terbaik matahari terbit yaitu star dari Pos 5 jalur kebun kopi pada jam 3 Subuh dan akan sampai di atas jam 5 subuh, perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam lebih.

Saat fajar menyingsing dan matahari pagi mulai menampakkan diri, disitulah anda akan melihat keindahan pulau Sumbawa dari atas atapnya (Tambora), mentari pagi akan memberikan sedikit  kehangatannya, jam 6 pagi akan terlihat jelas Doro Afi To`I dan Moti La Hallo di bawah kawah Tambora. Dan di ujung timur akan tampak puncak gunung Sangyang dan di ujung barat juga akan tampak puncak gunung Rinjani.

0 comments Blogger 0 Facebook

Post a Comment

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top