Ada dua kebudayaan yang sangat identik dengan Wawo yaitu Tumbu Tuta dan Honggo Naru yang sejak dulu hingga turun temurun terus dijaga oleh generasi ke generasi Wawo, dalam tulisan ini akan mengulas mengenai Honggo Naru yaitu tradisi memperpanjang rambut oleh para kaum hawa di Wawo, dalam kehidupan modern sekarang memperpanjang rambut identik dengan kehidupan kuno tapi beda dengan wanita Wawo bahwa memperpanjang rambut itu identik dengan kehormatan mereka layaknya sang putri raja.

Wawo mempunyai cuaca yang sangat dingin terletak di atas dataran tinggi pegunungan Wawo mempunyai udara yang sangat sejuk, kehidupan di Wawo sangat menjaga tata karma dan adat istiadat mereka sehingga dalam rentetan waktu perkembangan Kecamatan Wawo tidak pernah terjadi konflik antar warga maupun dengan desa lainnya yang berada pada wilayah kabupaten Bima.

Tradisi Honggo Naru wanita Wawo dimulai sejak mereka mengenal mempergunakan kemiri sebagai ramuan untuk menghilangkan sakit kepala, karena dinginnya air pegunungan di Wawo membuat sebagian orang sakit kepala. Oleh sebab itu kemiri atau dalam bahasa setempat disebut kaleli dipergunakan untuk menghangatkan kulit kepala dan sekaligus menyuburkan rambut mereka atau istilahnya “Isu kaleli”.

Saat statusnya sebagai remaja rambutnya dipelihara hingga panjang mencapai 3 meter dan saat mereka menikah rambutnya mau di potong atau di biarkan terus panjang tergantung dari sang suami. Tapi biasanya setelah mereka menikah kebanyakan rambutnya dipotong, alasan mereka memotong rambutnya setelah menikah yaitu untuk menjaga kenyamanan suami mereka.

Honggo Naru para wanita Wawo sekarang masih dapat di lihat terkadang juga jika wanita yang sangat menjaga adat istiadat rambutnya tidak diperlihatkan jika ke pasar atau ke tempat umum mereka memakai Rimpu (hijab Bima) atau kerudung untuk menutupi rambutnya. Dan saat mewawancarai nara sumber untuk artikel ini, awalnya Mbojoklopedia sangat tidak di ijinkan untuk mendokumentasikan atau mengambil foto diri nara sumber dengan rambutnya jika tidak di ijinkan, untungnya ada salah satu seoarang crew dari rombongan MAKEMBO (Majelis Kesenian Mbojo) yang mengenal nara sumber sehingga di ijinkan untuk diambil fotonya.

Rata-rata kebiasaan wanita Wawo memelihara rambut mereka pada saat usia mereka 15 dan 17 tahun, dan lama mereka memeliharanya sampai 20 tahun atau lebih. Biasanya pada sore hari para wanita Wawo ini bertemu pada satu rumah untuk berkumpul sambil membicarakan sesuatu hal atau pun saling mencari kutu satu sama lain pada rambut mereka.

0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top