Setelah dari Kore tim Explore Bima melanjutkan perjalanan di Kawinda To`i lingkar utara kaki gunung tambora, tidak ada hambatan dan halangan dalam melanjutkan perjalanan. Kali ini tim Explore Bima akan menuju air terjun Oi Marai yang terletak di sebelah barat SP 4 transmigrasi Kawinda To`i, perjalanan dari Kore menuju Kawinda To`i memakan waktu kurang lebih 2 jam tapi perjalanannya tidak membosankan karena di sepanjang jalan keindahan alam semenanjung Sanggar dapat terus di nikmati.

Saat menuju Kawinda To`i tim Explore Bima beristrihat sejenak di daerah Piong sambil menikmati landscape gunung Tabe yang berada di bawah kaki gunung Tambora, orang-orang menamainya gunung Tabe karena bentuknya yang mirip wajan, Tabe dalam bahasa Bima yang berarti wajan, setelah beristirahat kurang lebih 15 menit tim melanjutkan perjalanan.

Perjalanan yang sangat menarik untuk menaklukkan jalur lingkar utara Tambora tim masih bersemangat untuk mencapai tujuan, setelah melewati daerah Piong dan memasuki wilayah Dusun Sori Katupa jam 12 siang tim Explore Bima beristirahat sejenak untuk menikmati sungai kecil dengan airnya yang jernih dan dingin di Sori Katupa, air yang mengalir di sungai ini berasal dari gunung Tambora, arti dari nama Sori katupa ini yaitu Sori bahasa setempat yang berarti sungai dan Katupa berarti memperbaiki, penduduk di dusun ini kurang lebih ada 20 kepala keluarga, penduduknya semua berasal dari Bima, Sanggar dan Dompu, di sungai Sori Katupa ini biasanya dijadikan sebagai tempat peristirahatan maupun tempat untuk mandi  kebanyakan oleh para supir truk yang mengambil pasir maupun para penumpang bis.

Setelah beristirahat sejenak di Sori Katupa kami melanjutkan perjalanan yang sebentar lagi memasuki Desa Kawinda To`i yang masih masuk di wilayah kecamatan Sanggar, setelah melakukan perjalanan 2 jam kamipun masuk di wilayah Kawinda To`i, di desa ini semua penduduknya juga berasal dari Bima, Sanggar dan Dompu tidak ada penduduk aslinya, di desa ini juga dulunya pada tahun 1815 saat musibah letusan gunung Tambora merupakan sungai lahar yang keluar dari gunung Tambora, sisa itupun dapat dilihat di kaki gunung tepat di belakang Kawinda To`i.

Dari Kawinda To`i untuk menuju air terjun Oi Marai hanya memakan waktu 5 menit, setelah sampai di Oi Marai tim Explore Bima emngalami sedikit masalaha yaitu plat info air terjun telah hilang sehingga mengaruskan kami untuk bertanya di penduduk yang berkebun di wilayah itu, tim pun bertemu dengan bapak Mejo asli dari Bima di Dena dan beliaupun dengan senang hati mengantarkan kami, ternyata letak air terjun itu sangat dekat sebelum sungai Oi Marai pas  di tikungan tanjakan oi Marai kemudian belok kiri menuju pembangkit tenaga listrik yang jaraknya hanya 20 meter.

Air terjun Oi Marai

Air terjun sudah di depan mata suara gemuruhnya terdengar jelas seluruh anggota tim menuju temapt tersebut menuruni tangga, sungguh luar biasa ke indahan air terjun Oi Marai jernih dan segar air yang mengalir membuat kami tergoda untuk membuka pakaian dan langsung nyebur, dingin dan segar kesan pertama saat merasakan air Oi Marai rasa lelah dan capek hilang dalam sekejap terobati oleh keindahan alam sekitar air terjun yang tingginya kurang lebih 15 meter. Penamaan Oi Marai oleh penduduk lokal yaitu Oi dalam Bima berarti air sedangkan Marai berarti mengalir, ada beberapa cerita yang berasal dari penduduk setempat mengenai Oi Marai yaitu suatu waktu di Oi marai ini di temukan sisa padi dan jagung dari ladang orang yang terbawa oleh aliran sungai yang berasal dari gunung Tambora, orang-orang curiga bahwa di atas terdapat pemukiman tetapi setelah di telusuri tidak ada satupun pemukiman diatas sana dan ladang, sehingga memunculkan pernyataan orang bahwa diatas berada pemukiman para arwah korban letusan gunung Tambora.

Setelah satu jam lebih menikmati air terjun Oi Marai tim Explore Bima melanjutkan perjalanan di lingkar utara menuju Labuhan Kananga destinasi terakhir, dalam perjalanan menuju Labuhan Kananga dengan rute yang sangat menantang akan dibahas dalam tulisan selanjutnya.

Oi Marai yang akan dilwati menuju Labuhan Kananga

1 komentar Blogger 1 Facebook

  1. Wahhh indah bgt Bima ku,,,
    Dan msh byk tmpt” indah yg blm terlihat di Bima, smoga Tim Explore Bima dpt menguak cmua tmpt indah itu,,, semangat!!!

    BalasHapus

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top