ADS

Jam menunjukkan pukul 10 pagi, persiapan sudah saya lakukan terlebuih dahulu, seperti camera dan beberapa bekal menuju Nisa Pudu di Kempo, tiba di kempo pukul 11 lewat, cuaca panas khas Pulau Sumbawa menyengat terlebih di daerah pesisir, namun tidak bisa menyengat semangat saya untuk mengunjungi Nisa Pudu berada di tengah teluk Saleh yang katanya sangat cantik.

Kebetulan teman saya dari Inggris, Jessica dan suaminya Peter juga ikut dalam rombongan kami berjumlah 7 orang untuk menikmati indahnya pulau kecil tersebut. Sesampainya di Kempo, menunggu kabar dari salah seorang teman yang boking perahu untuk menyebrang. Setelah perahu siap kamipun menuju ke pulau indah tersebut.


20 menit penyebrangan menggunakan perahu mesin, dari kejauhan tampak terlihat Nisa Pudu yang menawan dengan pasir putihnya sangat memikat mata. Akhirnya sampai juga pinta saya kepada tukang perahunya. Melihat pulau ini dari dekat ternyata lebih sangat mempesona, pasirnya yg putih ditambah airnya jernih yang membiru. Sungguh, terasa bukan berada di Teluk Saleh.

Kami mencari tempat untuk duduk, ternyata di Nisa Pudu sudah ada beberapa bangku yang dibuat oleh masyarakat setempat. Tempat duduk yang dibuat seadanya dengan papan kayu sederhana, namun bersyukur atas usaha mereka bisa menikmati pulau ini sambil memandang view indah diujung timur teluk. Pada pulau tidak terdapat pemungut liar retribusi masuk, namun pada salah satu papan tertulis pengunjung diharapkan untuk menjaga kebersihan pulau.


Pulau ini kelas wisata internasional sahut saya pada seorang teman dalam rombongan, jika kebersihan tetap dijaga seperti ini. Cuman ada beberapa kekurangan pada pulau tersebut, seperti sumber air tawar dan toilet. Mungkin dengan diadakan retribusi masuk bisa membangun toilet dan memasang tangki air, pinta saya pada teman.

Ikan bakar telah siap dihidangkan oleh Oleng dan Jun, kamipun menyantap bersama dipinggir pantai sambil memandangi panorama pantai yang biru. Pada pulau hanya rombongan kami saja, berhubung itu hari sabtu namun setelah beberapa jam sehabis menyantap ikan bakar, dari arah utara tampak satu perahu mendekat di pulau  kemungkinan adalah rombongan orang yang akan bertamasya di pulau Nisa Pudu juga.

Sehabis menyantap ikan tiba saatnya untuk berkeliling pulau dan teman-teman juga ikut untuk berkeliling, namun Jessica dan Peter memilih menikmati pinggir pantai tempat kami tadi. Ternyata view yang sangat keren itu adalah di atas sebelah utara pulau, dimana hamparan ilalang terbentang luas hingga ke bibir pantai dengan paduan pasir putih dan laut biru. Tampak di bawah satu-satunya pohon terdapat rombongan lain sedang asik menikmati pantai.



Sehabis menjejal puncak pulau Nisa Pudu yang hanya tingginya sekitar 200 meter, kamipun berlanjut turun menuju padang ilalang, dibawah tampak Han dan Aldi sedang asik berfoto mengabadi moment, hembusan angin menggoyangkan ilalang hingga membuat suasana dramatis. Jam menunjukkan pukul 3 sore, setelah puas berkeliling dan bermain di pantai, kamipun bergegas untuk pulang.
Ombak tampak agak besar, namun tukang perahu bilang ini tidak terlalu besar antara bulan November dan Desember ombak besar dan angin, di bulan itu banyak nelayan tidak melaut kata tukang perahu. Dengan santainya dia mengemudikan perahu dengan menggunakan kakinya. Ombak menghantam kiri kanan sambil rokok tukang perahu bilang “santai pak ombak ini belum seberapa,” imbuhnya sambil menghembuskan kepulan asap rokok pada mulutnya.

Sayapun jadi agak tenang setelah melihat tukang perahunya bersantai sambil mengemudi dengan kaki. Di depan mata dermaga Desa Soro, Kempo tinggal beberapa meter lagi. Kemudian tiba-tiba mesin perahu mati dan tukang perahu berdiri membuka baju dan meloncat ke dalam laut. Ternyata tidak terlalu dalam dari beberapa meter posisi dermaga, dia menarik perahu besar itu sendiri hingga nyandar, lalu dengan raut wajah  bahagia tukang perahu bilang, “akhirnya kita sampai juga, untung mesin tidak mati ditengah laut karena sedang rusak dan mengalami kebocoran,” alamak…saya hanya diam menanggapinya, mau bilang apalagi karena bersyukur sudah sampai.(Traveller Kampung)




1 comments Blogger 1 Facebook

  1. Terasa berat ya admin menyebut nama DOMPU?
    kalo memang terasa berat, tidak usah dimuat saja min...

    BalasHapus

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top