Makam para Raja di Bima, Oude vorstelijke graven bij de negorij Bima, op het eiland Sumbauwa, Karya A.J Bik tahun 1852 (Sumber KITLV)

Awal abad ke 15 dalam sejarah para penguasa Bima terdapat salah satu nama perempuan  yang pernah berkuasa bernama Ratna Lila merupakan anak perempuan dari Matra Indratarati Raja Bima ke 7, dia dikukuhkan menjadi seorang Ratu pada awal abad 15 sekitar tahun 1400 masehi menggantikan saudaranya Manggampo Jawa Raja Bima ke 9. Ketika Raja Matra Indratarati berkuasa hubungan dengan kerajaan Jawa mulai terjalin.

Menurut Lalu Massir yang dikutip oleh Tawaludin Haris, Raja Matra Indarati pergi ke Jawa dan disana dia mendapatkan seorang istri perempuan Jawa (Kerajaan Tradisional : Bima), dari istri tersebut terlahir tiga orang yang menjadi Raja di Bima yang tertera dalam Silsilah penguasa Bima, Manggampo Jawa, Ratna Lila dan Indra Kumala II (Peter Truhart, Regent Of Nation 2003).

Setelah perdaban Bima telah tersentuh oleh budaya Jawa yang terlihat dari peninggalan prasasti kuno, oleh salah satu Raja Bima yaitu Manggampo Jawa yang membawa perubahan pada tekhnologi serta pengenalan baca tulis pada masyarakat Bima. Manggampo Jawa di besarkan di Jawa setelah ayahnya meninggal dia kembali ke Bima dan menggantikan tahta ayahnya untuk menjadi Raja di Bima.

Manggampo Jawa memegang kekuasaan selama 30 tahun lamanya, kemudian di gantikan oleh saudarinya Ratna Lila sebagai penguasa Bima ke 10, tidak begitu banyak catatan yang mengisahkan Ratna Lila dan tahun kematiannya juga tidak diketahui, dia berkuasa hanya sepuluh tahun lamanya dari 1400 hingga 1410 (Peter Truhart, 2003).

Setelah Ratna Lila berkuasa dia digantikan oleh adiknya Indra Kumala II yang dikukuhkan sebagai penguasa Kerajaan Bima tahun 1410 masehi. Ketika Indra Kumala II berkuasa juga tidak begitu banyak catatan yang mengisahkan mereka. Pada abad 15 mulai dari Ratna Lila sampai Manggampo Donggo kekuasaan para Raja hanya berlangsung 10 hingga 5 tahun saja lamanya. Abad 15 hanya delapan orang Raja yang berkuasa di Bima.

Raja Indra Kumala II yang kekuasaannya berlangsung sepuluh tahun kemudian digantikan oleh Indra Luka anak dari Ratna Lila, dia dikukuhkan pada tahun 1420 masehi menggantikan pamannya. Pada sejarah Kerajaan Bima dua orang perempuan pernah tercatat sebagai penguasa di Bima yaitu Ratna Lila dan Sultanah Komalasyah di era kesultanan. Juga tercatat bahwa Ratna Lila adalah Raja Perempuan pertama Bima dan juga yang pertama di Indonesia Timur.


Oleh : Fahrurizki



0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top