Setelah Proklamasi dibacakan oleh Sukarno – Hatta pada hari Jum`at bertempat di jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat. Di Nusa Tenggara Barat berita mengenai Proklamasi pertama kali didengar awal bulan September 1945, dari para pemuda Bima M Noer Husen dan Haris beserta satu pemuda Sumbawa yang memang di utus dari Singaraja untuk menyampaikan berita kemerdekaan dan Proklamasi di Lombok dan Pulau Sumbawa.

Para pemuda memang sengaja di utus oleh Ida Bagus Manuaba selaku ketua Komite Nasional Indonesia (KNI) bagian kepulauan sunda kecil di Singaraja. M Noer Husen dan Haris di bekali surat yang ditujukan untuk tiap – tiap kepala daerah mengenai kemerdekaan, serta mempunyai tugas memperkenalkan bendera Merah Putih di Lombok dan Pulau Sumbawa (Sejarah Revolusi Kemerdekaan 1945-1949, NTB,1979).

Pada pulau Lombok pesan kemerdekaan tersebut di terima oleh Mamiq Padelah, Lalu Durahman, Lalu Srinata, Go Sing Cong dan I Nengah Metra. Pulau Sumbawa di terima oleh Idris M Jafar, M Amin Daeng Emo, dan Abdul Wahab. Serta dalam surat tersebut di instruksikan pada tiap Pemimpin Daerah untuk segera membentuk KNI (komite Nasional Indonesia) dan mengibarkan Sang Saka Merah Putih.

Setelah tiba di Bima bulan September 1945, kedua pemuda tersebut langsung menghadap Sultan Bima Muhammad Salahuddin untuk memberitakan Proklamasi Kemerdekaan, lalu kedua pemuda tersebut di terima oleh Sultan di Istana Kesultanan Bima, “Terima kasih telah menyampaikan pesan kemerdekaan, untuk itu saya akan mengadakan rapat dulu dengan para Majelis Kesultanan, mengenai kemerdekaan ini.”kata Sultan Bima seperti yang di kutip dari wawancara dengan M Noer Husen tahun 2014.

Tak kunjung ada respon lanjutan dari Sultan Bima mengenai kemerdekaan tersebut, akhirnya Idris M Jafar selaku Jeneli Woha mengundang kedua pemuda tersebut di rumahnya untuk membicarakan perihal kemerdekaan dan pembentukan KNI. Pada pertemuan di rumah Idris M Jafar maka keluar keputusan untuk membentuk KNI secepatnya, keputusan  tersebut juga di setujui oleh Jeneli Rasanae, Jeneli Dompu, dan M. Amin Daeng Emo.

Suasana politik yang semakin memanas perihal tentang kemerdekaan, maka di Tente pembentukan KNI oleh para pemuda sudah dilakukan secepatnya pada tanggal 24 September 1945 tanpa sepengetahuan Sultan Bima, yang kala itu masih sangat ragu mengenai kemerdekaan. Pembentukan KNI di Tente di ketuai oleh Ishaka Abdullah Wakil ketua Thayib Abdullah dan paniteranya M. Saleh Amin.

Keadaan politik kemerdekaan dan intaian Jepang yang masih berada di Bima semakin memanas maka membuat para pemuda Bima mendesak para pimpinan untuk segera menyatakan kemerdekaan.  Maka berkibarlah untuk pertama kalinya Sang Saka Merah Putih di Bima pada tanggal 31 Oktober 1945 di depan gedung Komite Nasional Indonesia cabang Bima (Ahmad Amin, Sejarah Bima. Sejarah Pemerintahan dan Serba Serbi Kebudayaan Bima, 1971).


Oleh : Fahrurizki





5 comments Blogger 5 Facebook

  1. Merinding pak bacanya... luar biasa...

    ReplyDelete
  2. Merinding pak bacanya... luar biasa...

    ReplyDelete
  3. Pemerintahan Swapraja Bima baru terbentuk pada tanggal 2 Oktober 1950 bersamaan dengan terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Swapraja. Tahun 1945 belum ada daerah swapraja. masih kesultanan. Yang terbentuk saat itu adalah KNI(Komite Nasional Indonesia) Daerah Bima yang dibentuk di halaman Ruma Bicara Abdul Hamid. Pengibaran Merah Putih baru dilakukan pada 31 Oktober 1945 di halaman Istana Bima. Bukan pada bulan September. ( Sejarah Bima Dana Mbojo, H.Abdullah Tayib, halaman 333-338.). Keterangan yang sama juga ada dalam buku Peran Kesultanan Bima Dalam Perjalanan Sejarah Nusantara (M.Hilir Ismail) Halaman 177-178

    ReplyDelete
    Replies
    1. di Pulau Sumbawa daerah Swapraja atau yang di sebut zelfbesturen terbentuk sejak 1920 hingga di teruskan tahun 1924.

      Delete
    2. Sebelum di kibarkan di istana (untuk menggantikan bendera jepang) merah putih di kibarkan pertama kali di Rumah di kampung Pane dan di akui oleh pemerintah yg kemudian didirikan Monumen Merah putih di situ

      Delete

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top