Sultan Bima V Mabata Bo`u yang berarti mempunyai kuburan baru dengan nama asli Sultan Hasanuddin Muhammadsyah, berkuasa dari tahun 1696 – 1731 dengan nama kecilnya Mapatalli Syaad Syah. Saat Sultan Hasanuddin berkuasa di ambilnya kembali tanah Reok – Manggarai oleh Kesultanan Bima dari tangan Kerajaan Gowa. Di tahun 1713 Sultan Hasanuddin membuat keputusan yang sangat memilukan hatinya yaitu merelakan pewaris tahtanya (putra mahkota) untuk memilih menjadi Melayu.

Gambar kuburan Dana Taraha dalam buku S.A Buddingh - Neerlands Oost Indie tahun 1852

Gelar Sultan Hasanuddin mempunyai beberapa versi dari para sejarahwan, versi yang pertama dari para sejarahwan lokal yaitu gelar Ma Mbora Ta Tallo yaitu yang meninggal di Tallo. Tidak begitu banyak catatan yang menjelaskan kisah versi Ma Mbora Ta Tallo tersebut,  sedangkan versi yang kedua yaitu gelar Mabata Bou yang berarti mempunyai kuburan baru. Sultan Hasanuddin di kebumikan di sebelah Sultan pertama Abdul Kahir di Dana Taraha.

Kemudian Sultan Bima VI Manuru Daha atau nama aslinya Alauddin Muhammadsyah di kukuhkan menjadi Sultan pada tanggal 28 Desember 1731 hingga 1748. Manuru Daha yang berarti  berdiam di Daha, waktu beliau dinikahkan dengan putri dari Sultan Gowa Sirajuddin yang bernama Karaeng Tanasanga, terjadi perebutan kembali tanah Manggarai yang di isukan sebagai mahar perkawinan, sehingga terjadi perang saudara anatara Bima dan Gowa. Tapi itu tidak berlangsung lama, perdamaianpun terjalin. Banyaknya isu yang berkembang mengenai rencana permbunuhan Sultan pada dekade tersebut sehingga membuat Sultan Alauddin memilih untuk tinggal di Desa Daha yang terletak sebelah selatan Kesultanan Dompu.

Tahun 1748 beliau meninggal kemudian di gantikan oleh anaknya Abdul Kadim Muhammadsyah, karena posisi Abdul Kadim saat itu masih berusia 13 tahun oleh dewan majelis kesultanan belum bisa mengangkatnya menjadi Sultan sehingga untuk sementara jabatan Sultan di pegang oleh anak perempuannya Komalsyah sebagai Bumi Partiga selama 2 tahun.

Sultan Bima VIII Ma Wa`a Taho yang berarti membawa kebaikan bernama asli Abdul Kadim Muhammadsyah di kukuhkan sebagai Sultan tahun 1751 pada usianya yang masih sangat muda 17 tahun. Berkuasa hingga tahun 1773, sebelum beliau di nobatkan sebagai Sultan banyak terjadi kemelut politik dan pertikaian saudara sejak ayahnya (Alauddin Muhammadsyah) berkuasa yaitu antara Gowa dan Bima, kemudian kakaknya (Komalasyah) di tangkap oleh Belanda 28 Juni 1751di Bima bersama dengan putranya Sultan Gowa Fakhruddin.

Sejak Sultan Abdul Kadim naik tahta pemberontakan yang terjadi di Manggarai tahun 1760 hingga 1763 dapat di halau dan stabilitas keamanan Kesultanan kembali di tegakkan. Setelah keamanan dan pemberontakan reda dan keamanan kembali kondusif , Sultan Abdul Kadim banyak meluangkan waktunya untuk bidang keagamanan, tahun 1770 beliau membangun Masjid Raya Kesultanan di sebelah selatan Istana (baca : Masjis Sultan, Saksi Berkembangnya Islam di Timur), sehingga dari situlah gelar Ma Wa`a Taho diberikan kepada Sultan Abdul Kadim.

Kemudian Sultan Bima IX Ma Ntau Asi Saninu yang berarti mempunyai istana cermin, naik tahta tahun 1773 hingga 1817 yang bernama asli Abdul Hamid Muhammadsyah. Sejak Abdul Hamid berkuasa banyak kontrak (tractaat) kerja sama dengan Belanda terjalin, dalam sistem pembayaran Sultan banyak meminta dengan ditukarkan hasil kontrak penjualan kayu sepang dengan barang langka dan mewah, seperti dalam surat 21 September 1802 yang tersimpan di UB Leiden dimana Sultan meminta agar kayu sepang di bayar dengan Bedil senapan, obat dan timah.

Hubungan kerja sama di bidang perdagangan dengan Belanda berlangsung dengan baik dan banyak keuntungan yang didapatkan dari kedua pihak. Dari kinerja kerja sama Sultan yang baik sehingga banyak hadiah-hadiah yang diberikan kepada Sultan, yaitu dua cermin, sebuah lonceng dan dua arloji (Iman dan Diplomasi, Serpihan Sejarah Kerajaan Bima, Hal-40). Cermin tersebut adalah yang pertama kali ada di Bima sehingga beliau diberikan gelar Anumerta “Ruma Mantau Asi Saninu”. (Bersambung)


Oleh : Fahrurizki




0 komentar Blogger 0 Facebook

Posting Komentar

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top