"Sangeang Api... Mulai meletus pada tanggal 30 Juli, dengan serangkaian ledakan dari puncak kawah (Doro Api). Ledakan pertama terjadi pada sekitar 09.00 dan menghasilkan segumpal tephra dan gas untuk sekitar 3.500 m dpl. Ledakan Tambahan terjadi pada 11.30 (6.500 m), 1320 (6.500 m), dan 1800 (1.500 m). hujan abu di Bima (50 km SW gunung berapi), ibukota Sumbawa, mencapai sekitar 2 mm, dan hujan abu di sepanjang pantai NE Sumbawa, di sekitar desa Wera, mencapai sekitar 2 cm. Antara 30 Juli dan 1 Agustus, dengan 1.242 penduduk pulau Sangeang Api dievakuasi ke Pulau Sumbawa (Wera). Banyak tambahan ledakan Vulcanian berlangsung selama minggu berikutnya, mencapai ketinggian maksimum 2.500 m. Cuaca buruk dicegah pengamatan sistematis 1-5 Agustus. Pada tanggal 6 Agustus di 1939, aliran aa 0,7-km panjang diamati maju W dari wilayah Doro Api kawah, menuju desa Doro Sangeang. Hingga 9 Agustus , aliran adalah 1,7 km panjang.”( Scientific Event Alert Network Bulletin, vol. 10, no. 7 (July 1985) Managing Editor: Lindsay McClelland ).

Sangiang Api saat meletus pada tahun 1985 menjadi catatan tersendiri bagi generasi era 70-an yang menjadi saksi mata peristiwa letusan saat itu, dimana Bima di landa oleh hujan abu yang sangat tebal, seperti yang ditulis oleh Lindsay McClelland dari majalah Scientific Event Alert Network Bulletin sebuah majalah yang mengulas tentang Vulkanologi yang berkantor di Amerika menceritkan letusan yang terjadi pada tahun 1985.


Untuk saat ini Gunung Sangiang Api merupakan jenis gunung berapi yang masuk dalam status“Siaga Tinggi”, gunung Sangiang Api secara administrative masuk dalam wilayah Desa Sangiang, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. ketinggian dari puncak Sangiang yaitu 1.949 meter diatas permukaan laut (mdpl). Merupakan salah satu dari bagian kepulauan sunda kecil yang menjadi gerbang masuk wilayah timur Nusantara.

Untuk lebih mengenal pulau Sangiang Api penulis mencoba mensajikan catatan dan sejarah yang berhubungan dengan Sangiang Api. Penyebutan nama Sangiang Api itu sendiri di mulai pada Abad 14 Masehi dimana tertulis dalam catatan kerajaan Majapahit Nagarakretagama yang di tulis pada tahun 1365 M oleh Empu Prapanca (di ketahui nama sebenarnya Dang Acarya Narendra), dalam catatan tersebut ditulis sebagai berikut :

“Disebelah timur Jawa, seperti yang berikut: Bali dengan Negara yang penting Badahulu dan Lo Gajah. Gurun serta Sukun, Taliwang, Pulau Sapi, dan Dompo. Sang Hyang Api, Bima, Seran, Hutan Kendali sekaligus.” (Pupuh 14 point ke 3, Empu Pranca Nagarakretagama)

Dari catatan di atas dapat di pastikan bahwa keberadaan Sangiang Api sudah berada sejak masa lampau dan untuk diketahui bahwa Nagarakretagama yang berarti kisah pembangunan Negara ini sebelumnya bernama Desawarnana artinya sejarah Desa-desa. Kemungkinan besar bahwa sebelumnya di pulau Sangiang Api dulunya di huni oleh komunitas masyarakat kecil yang sudah hidup sejak ber abad-abad lamanya sebelum ekpedisi Majapahit menuju timur dilakukan.

penamaan pulau Sangiang Api sendiri belum terlalu banyak catatan yang menceritakan tapi nama Sangiang sendiri sudah ada sebelum kedatangan ekspedisi Majapahit tahun 1343 M. kata Sangiang yang awalnya disebut dengan nama Sang Hyang secara harfiah yang merujuk kepada kebesaran yaitu Sang yang mengandung makna penguasa atau Raja dan Hyang sendiri di gambarkan sebagai ‘Tuhan’. Sejak zaman Praakarsa masyarakat Nusantara sebelum zaman pra sejarah ada dua yang menjadi symbol kepercayaan yaitu laut dan gunung. Gunung adalah tempat yang sangat sakral dan penting sejak Praakarsa dan masyarakat mengenal gunung sebagai pusat penyembahan jauh sebelum Hindu Budha masuk ke Nusantara.

Die Inselen von Sont gegen Orient. - Isles dela Sonde vers l'Orient 1719
Peradaban di pulau Sangiang Api dari tahun ke tahun berkembang menjadi sebuah peradaban tersendiri di lingkaran timur Nusantara dan kebanyakan para pelaut juga menyebut nama Sangiang Api sebagai Gunung Api, dalam catatan Tome Pires asal Portugis yang di himpun dalam satu buku berjudul Suma Oriental yang di tulis 1512-1515 membahas tentang kehidupan di wilayah Asia Timur dan Asia Tenggara abad ke 16 saat mereka melakukan ekpedisi dalam rangka mencari tumbuhan obat. Dalam catatan Tome Pires Sangiang dikatakan dengan nama lain yaitu ‘Ilha Do Foguo’.

Di samping Pulau Bima, Terdapat Pulau Sangeang (Foguo) yang luas. Wilayahnya berpegunungan dan berpenduduk banyak . orang-orang ini sering melakukan perampokan. Wilayahnya memiliki banyak pelabuhan serta bahan makanan dan budak untuk dijual.”(Tome Pires – Suma Oriental_Fol 155v hal.282)

Kedatangan Tome Pires di Bima, Sangiang dan Sape merupakan catatan awal tertulis tentang peradaban di Pulau Sumbawa (Cimbava), di lihat dari catatan di atas perkembangan perdagangan di Pulau Sangiang bisa dikatakan pusat perdagangan untuk wilayah timur Nusantara selain dari pelabuhan Bima dan Sape, pada dasawarsa 1500 sebelum letusan gunung Sangiang pertama tahun 1512 M di Pulau ini dikatakan oleh Pires bahwa penduduknya sangat banyak tapi tidak dijelaskan dari suku mana.

“Pulau ini menerapkan hukum bagi para pencuri yang datang untuk menjual barang-barang yang mereka curi dari pulau lain. Raja di tempat ini adalah seorang pagan, semua penduduknya pun pagan. Letaknya ada di awal jalan menuju Timor, yang akan kita bahas nanti setelah Solor.”( Tome Pires – Suma Oriental_Fol 155v hal.282)

Catatan Tome Pires di atas juga mengatakan bahwa di Pulau Sangiang juga ada seorang Raja sebagai penguasa pada pulau, jika ada seorang penguasa pada pulau tersebut berarti ada sebuah kerajaan yang pernah terbentuk pada dasawarsa 1500 M, tapi dalam catatan tersebut tidak dijelaskan terperinci mengenai seorang Raja yang di katakan pagan (penyembah berhala) itu, kemungkinan istilah Raja dalam catatan Pires yakni seorang penguasa pulau atau Ncuhi (kepala suku) untuk menjadi pemimpin masyarakat di Pulau tersebut. kebanyakan dari catatan pelaut bekisar 1600-an di sekitar Pulau Sangiang Api Laut Flores hingga Selat Sape sangat rawan akan bajak laut.(Bersambung)

Oleh : Fahrurizki



1 comments Blogger 1 Facebook

  1. Trims infonya.Lembo ade,majulah Bima Dengan budaya Islam yg damai sejak dulu

    ReplyDelete

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top