Kerajaan Sanggar salah satu kerajaan yang berada di Semenanjung Sanggar terletak di bagian utara semenanjung, kerajaan Sanggar merupakan kerajaan mandiri yang di dirikan pada tahun 1632 oleh seorang bangsawan anak dari Raja Bima, Raja pertamanya yang bernama Hasanuddin yang berkuasa tahun 1700 hingga 1704 Masehi. Semenanjung Sanggar pada abad 17 merupakan jalur perdagangan yang sangat ramai oleh kapal-kapal dagang, kerajaan Sanggar dan kerajaan Tambora sangat sering di kunjungi oleh para pedagang dari eropa maupun pedagang China.

Paska letusan gunung aram-aram atau lebih dikenal dengan nama gunung tambora bulan April 1815 kerajaan Sanggar mengalami keterpurukan ekonomi maupun materi yang sangat merugikan kerajaan, semua wilayah hancur dan rakyatnya banyak yang meninggal terkena penyakit maupun kelaparan akibat letusan gunung Tambora.

Saat gunung Tambora meletus tahun 1815, kerajaan Sanggar di pimpin oleh Raja Ismail Halilud Dayan atau juga di panggil Ali Lot Dayang yang berkuasa mulai tahun 1805 dan tahun meninggalnya belum diketahui, pada saat Komandan Owen Philips yang di utus oleh Gubernur Batavia Thomas Rafles tiba di Bima pada tanggal 18 April 1815 untuk memantau letusan dan membawa bantuan di pulau Sumbawa.

Pada saat Owen Philis menuju kerajaan Dompu dia bertemu dengan Raja Sanggar (Ismail Halilud Dayan) di Dompu saat mengungsi bersama Keluarganya, pada saat itu putri Raja Sanggar meninggal akibat kelaparan.

Setelah paska letusan Tambora hingga puluhan tahun kerajaan Sanggar masih terpuruk dalam kondisi kesulitan ekonomi, hingga memasuki sekitar tahun 1850 kondisi ekonomi kerajaan Sanggar mulai membaik yang pada saat itu dipimpin oleh Raja Manga Daeng Manassa yang memulai membuat kontrak perdagangan dengan VOC pada tanggal 14 Agustus 1858. Komoditi yang paling banyak diperdagangkan kerajaan Sanggar yaitu kayu, beras, dan kuda, hasil beras sangat melimpah ruah di kerajaan Sanggar saat itu.

Pada tahun 1869 kerajaan Sanggar sangat sering di kunjungi oleh orang eropa dengan sebuah kapal uap dagang yang pertama kali tiba di semanjung sanggar dan di sambut oleh seorang pejabat kerajaan Sanggar Bumi Rupu Towang menemani orang eropa itu untuk memperkenalkan kerajaannya. Pada tahun yang sama (1869) Raja Manga Daeng Manassa di gantikan oleh Raja Muda Karaeng Syamsuddin atau La Kamena Daeng Andjong.

Oleh : Fahrurizki



1 komentar Blogger 1 Facebook

  1. coba di cek lagi terkait berdirinya kerajaan sanggar... banyak sumbe mengatakan bahwa kerajaan sanggar berdiri tahun 1700. oleh ketueunan raja pekat..

    BalasHapus

 
Mbojoklopedia © 2013. All Rights Reserved. Powered by Jelajah Bima
Top